Tian Lari
Jenis Kelamin: Laki-laki
Usia: 4 tahun 8 bulan
Kondisi penerimaan:
Akibat cedera otak hipoksik-iskemik perinatal dan berat badan lahir rendah, pasien mengalami keterlambatan tumbuh kembang sehingga mengakibatkan gangguan motorik. Kondisi saat ini meliputi kesulitan dalam duduk mandiri, ketergantungan pada posisi pasif, dan tantangan dalam berdiri sendiri. Berjalan dicapai dengan gaya berjalan menyilang, dan terdapat peningkatan signifikan pada tonus otot dan kekakuan sendi pada kedua tungkai bawah. Gerakan motorik kasar dan halus pada ekstremitas atas terpengaruh. Namun, pemahaman kognitif, bahasa, dan keterampilan komunikasi relatif masih utuh. Pasien sebelumnya didiagnosis menderita "cerebral palsy" di rumah sakit setempat, dan untuk diagnosis dan pengobatan lebih lanjut, telah dipindahkan ke rumah sakit kami. Sejak awal kondisinya, pasien tetap sadar jernih, status mental normal, dan makan mandiri. Meski sadar akan fungsi tubuh, namun diperlukan bantuan untuk perawatan diri. Tidak ada perubahan signifikan pada berat badan.
Diagnosis masuk: Cerebral palsy.
Proses Perawatan:
Setelah masuk, pemeriksaan komprehensif dilakukan, dan tidak ditemukan kontraindikasi bedah, sehingga memenuhi kriteria untuk pembedahan. Pada tanggal 4 November 2021 pukul 15.50, pasien menjalani prosedur otak stereotaktik tanpa bingkai berbantuan robot dengan anestesi umum. Prosedur pembedahannya sama seperti sebelumnya, berjalan lancar dengan pendarahan sekitar 3 ml. Pasca operasi, jarum dicabut, dan kulit setempat dijahit, diikuti dengan balutan kompresi. CT kepala pasca operasi menunjukkan tidak ada perdarahan yang signifikan, sehingga memastikan penargetan yang akurat. Pemberian cairan intravena rutin, suplementasi oksigen, dan pemantauan jantung dilaksanakan tanpa komplikasi apa pun. Kondisi pemulangan:
Saat ini, kondisi pasien stabil, dengan status mental yang baik dan luka operasi yang telah pulih dengan baik, tidak menunjukkan tanda-tanda pendarahan atau pembengkakan. Pergerakan anggota tubuh baik, dengan berkurangnya tonus otot pada ekstremitas bawah dibandingkan sebelum operasi, dan peningkatan mobilitas sendi. Tidak ada kejang, kesadaran jernih, semangat normal, pupil bilateral sama besar dan bulat, refleks cahaya normal, irama jantung teratur, dan tidak terdeteksi bunyi jantung abnormal.

Instruksi pelepasan:
1. Jaga agar luka operasi tetap kering setelah keluar dan lepaskan jahitan setelah 5 hari.
2. Istirahat yang cukup, tingkatkan perlindungan, dan hindari gerakan kepala yang kuat.
3. Pertahankan kehangatan, cegah infeksi, lanjutkan pelatihan rehabilitasi, dan hindari getaran kepala, tusuk jarum, elektroterapi, atau perawatan rehabilitasi lainnya selama 1 bulan.
4. Segera cari pertolongan medis jika ada rasa tidak nyaman.
