• 103qo

    Wechat wechat

  • 117kq

    MikroBlog

Memberdayakan Kehidupan, Menyembuhkan Pikiran, Selalu Peduli

Leave Your Message
Zhai Zihan

Studi Kasus

Zhai Zihan

Jenis Kelamin: Wanita

Usia: 5 tahun 5 bulan

Kondisi penerimaan:

Pasien dirawat di Rumah Sakit Rakyat Distrik Linyi pada usia 1 tahun 11 bulan karena kurangnya kemampuan ekspresi bahasa, kurangnya kontak mata, dan tidak responsif terhadap rangsangan eksternal, dengan diagnosis awal "dugaan autisme". Selanjutnya, pada usia 2 tahun 10 bulan, karena gejalanya tidak membaik, ia didiagnosis menderita "autisme" di Rumah Sakit Pusat Distrik Linyi dan sejak itu menerima perawatan rehabilitasi. Saat ini pasien menunjukkan hiperaktif, sulit duduk diam dalam waktu lama, sering melakukan perilaku stereotip seperti merobek kertas, kemampuan berbahasa lemah, hanya mengeluarkan 2-3 suku kata bila diperlukan, ucapan tidak jelas dan tidak meniru. Dia memiliki fleksibilitas kognitif tetapi pemahamannya buruk, hanya mampu menyelesaikan tindakan perintah sederhana. Pasien mengalami perubahan suasana hati yang signifikan, berteriak keras saat bersemangat, dan menunjukkan perilaku merugikan diri sendiri seperti mencubit. Dalam hal keterampilan motorik kasar, pasien berfungsi, tetapi koordinasinya buruk, tidak mampu berdiri dengan satu kaki, dan kurangnya keterampilan motorik halus pada kedua tangan. Pola makan, buang air besar, dan kandung kemihnya normal, tidak ada perubahan berat badan yang signifikan akhir-akhir ini. Karena perlunya diagnosis dan pengobatan lebih lanjut, pasien dipindahkan ke rumah sakit kami untuk penanganan lebih lanjut. Sejak awal kondisinya, pasien sudah sadar dan mentalnya stabil.

Diagnosis Masuk: Keterlambatan perkembangan otak, gangguan spektrum autisme

Proses Perawatan

Pasien Zhai Zihan, seorang bayi perempuan berusia 5 tahun 5 bulan, menjalani operasi otak stereotaktik berbantuan robot dengan anestesi umum pada 17 Oktober 2023 pukul 08.00.
Prosedur pembedahannya adalah sebagai berikut: Awalnya, kepala ditandai, diikuti dengan CT scan kepala. Data tersebut kemudian diimpor ke robot Remebot, memilih titik target di kapsul internal kiri tungkai anterior, masuk melalui daerah frontal kiri, dan mengatur jalur pembedahan. Pasien ditempatkan dalam posisi terlentang dengan kepala tetap dan menjalani desinfeksi rutin dan draping. Kulit kepala diinsisi secara lokal, satu lubang tulang dibor, dura ditusuk dengan jarum, resistensi jaringan otak diukur dengan jarum elektroda, dan terapi stimulasi listrik lembut diterapkan pada titik target untuk modulasi saraf. Operasi titik target sisi kiri berhasil diselesaikan. Metode yang sama diterapkan untuk memilih area ganglia basalis kanan sebagai titik target. Operasi berjalan lancar dengan sekitar 3 ml perdarahan intraoperatif.

226tj

Setelah operasi, jarum dicabut, dan kulit dijahit serta dibalut. CT kepala pasca operasi menunjukkan tidak ada perdarahan yang signifikan, dengan lokalisasi target yang akurat, dan pasien kembali dengan selamat ke bangsal. Pasien tetap waspada, stabil secara mental, dengan pupil yang seimbang dan reaktif, gerakan anggota tubuh yang normal, dan tidak ada gerakan yang tidak disengaja. Perban luka operasi bersih dan rapi. Pasca operasi, pasien menerima terapi cairan rutin, terapi oksigen, pemantauan jantung, dan observasi ketat terhadap tanda-tanda vital untuk intervensi tepat waktu. Informasi rinci mengenai operasi tersebut telah diberikan kepada keluarga pasien.

Ringkasan Pemulangan:

Kondisi pasien saat ini stabil, berjalan membaik pada ekstremitas kiri bawah (tidak lagi menyeret) dan fungsi motorik ekstremitas atas tetap terjaga. Terdapat peningkatan suasana hati yang signifikan dibandingkan sebelum operasi, dengan waktu duduk yang lebih lama dan penurunan rangsangan. Pemeriksaan fisik menunjukkan tanda-tanda vital stabil, kesadaran jernih, status mental baik, pupil seimbang dan reaktif, serta refleks cahaya normal. Tidak terdengar bunyi nafas abnormal pada paru, denyut jantung 86 kali per menit, irama teratur dan tidak terdengar murmur. CT kepala pasca operasi menunjukkan penurunan pembengkakan dan penyerapan, dibandingkan dengan 19 Oktober 2023. Dr. Tian Zengmin, dokter yang merawat, menganalisis situasi edema pasca operasi dan merekomendasikan pemulangan dengan kunjungan tindak lanjut.


Petunjuk Pembuangan:

1. Beristirahatlah dengan benar, perkuat perlindungan, dan hindari gerakan kepala yang kuat.
2、Terlibat dalam pelatihan rehabilitasi berdasarkan status pemulihan bahasa dan motorik anak setelah keluar dari rumah sakit.
3、Mohon jadwalkan kunjungan tindak lanjut di bagian rawat jalan sebelum tanggal 24 April 2024.
4. Pertahankan kunjungan tindak lanjut rutin setelah keluar dari rumah sakit.